- 05 Des 2025
OTOSTAR.ID - Tentu masih ingat terkait tawaran kontrak Rp 1,1 miliar + 1 unit mobil Toyota Fortuner model terbaru dari perally, pemilik tim dan pengusaha muda nan sukses H Putra Rizky kepada pembalap Andi Gilang?
Iya, pada medio September tahun 2023 tersebut, H Putra memberi iming-iming Andi Gilang pembalap Indonesia pertama juara ARRC 2022 kelas SuperSport (SS) 600, untuk bergabung ke LFN HP969 Racing Team.
Ternyata saat itu juga terjalin komunikasi antara H Putra dengan Gilang. "Benar. Saat itu, kami sempat berkomunikasi dengan Pak Haji Putra," ungkap Andi Gilang di Jakarta, Senin (20/5/2024).
“Iya kami sampaikan, bahwa saya adalah pembalap tim (pabrikan) Honda yang terikat dengan kontrak, target prestasi yang ditentukan serta harus (bersikap) profesional,” terang Andi Gilang.
Apakah berarti Andi Gilang tidak tertarik dengan tawaran tersebut?
Apalagi kemudian di awal tahun 2024, H Putra kembali meluncurkan tawaran kedua, dengan "fasilitas tambahan" yakni 1 unit Ducati yang siap datang kapan saja, untuk dipakai Gilang balapan kelas ASB1000 di ARRC.
"Untuk (tawaran) yang kedua itu, saya tidak tahu. Katanya, ada di sosmed Pak H Putra," kata Gilang, pembalap kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, 16 Agustus 1996.
Ketika tawaran itu disampaikan H Putra, apakah Gilang ajak ngobrol istri untuk membahasnya?
Istri saya tahu, tapi dia tidak pernah ikut urusan balap, termasuk kesepakatan terkait Pak Haji Putra itu. Begitu pula orang tua saya, nggak pernah ikut campur sih, beber Gilang, yang kini memiliki seorang anak berusia hampir 3 tahun.
Sekadar info, sang istri yang asal dan tinggal di Yogyakarta adalah seorang polisi wanita (polwan), yang bertugas sebagai Polisi Lalu Lintas (polantas).
Apa yang mungkin bisa 'menggoyahkan' Gilang jika akhirnya bisa menerima tawaran tersebut?
"Gilang nggak bisa ngomong. Tapi...memang banyak teman yang memberikan masukan. Misalnya, ada yang bilang : kan lumayan, sebagian bisa buat usaha, sebagian buat ini dan lain-lain," buka Gilang sambil tertawa.
Gilang juga sempat berkonsultasi dengan teman di lingkungan tim Honda, termasuk dengan manager ART Yogyakarta.
Namun Gilang yang sudah bersama Honda sejak usia 10 tahun, masuk ke Honda Racing School, kemudian direkrut ke Astra Honda Racing Team, lalu Honda Asia Team untuk balapan Moto3 dan Moto2 di Eropa.
Lalu, kembali ke ARRC pada tahun 2022 dengan langsung berhasil menjadi pembalap Indonesia pertama juara SS600, memang seorang profesional.
Toh, Gilang juga sosok yang realistis. Apalagi sudah berkeluarga, memiliki anak, serta umur juga terus bertambah.
Ketika ditanya obsesi Gilang di dunia balap, apakah masih mimpi bisa menjadi pembalap MotoGP?
"Jujur, obsesi itu masih ada. Tapi saya juga bisa memaklumi, ketika saya baru memiliki kesempatan singkat berlaga di ajang Moto2. Karena hal ini tentu terkait dengan sponsor dan lain-lain," ungkapnya.
Gilang kemudian menyampaikan deskripsi bahwa mungkin hanya 1 dari 1.000 pembalap yang begitu laga di Moto2, langsung bisa bersinar dengan naik podium, seperti Acosta.
“Yang lain-lain, termasuk pembalap dari Jepang merupakan pembalap Asia terbaik ke level dunia, atau rider Thailand, biasanya sekitar 3-4 tahun. Bahkan ada yang sampai 6 tahun baru bisa bersaing di depan,” tutur Gilang.
Kini, Gilang “ditugaskan” tim Honda berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas ASB 1000 (Superbike 1000 cc), OnePrix kelas Expert serta di Mandalika Racing Series di kelas AP250.
Oya, bagaimana dengan tawaran kedua dari H Putra?
"Alhamdulillah, Gilang punya banyak teman, yang support. Mereka bilang : Jangan diambil pusing, pelan-pelan aja, jangan usah buru-buru. Ambil langkah terbaik," pungkas Gilang. (bang iwan)