- 05 Des 2025
OTOSTAR.ID - Sebastian Vettel, pemegang 4 gelar juara dunia F1, masih berurai air mata saat keluar dari McLaren MP4/8 yang digunakan sang legenda Ayrton Senna pada kompetisi 1993. Ada kisah pilu di baliknya.
Dengan persetujuan FIA dan keluarga Senna, Vettel berinisiatif meramaikan GP Emilia Romagna di Sirkuit Imola Italia, Minggu (19/5/2024) lalu.
Menggunakan salah satu seri McLaren MP4/8 yang merupakan koleksi eks pembalap Red Bull, Ferrari dan Aston Martin itu.
Ia mengitari sirkuit beberapa putaran sambil mengibarkan bendera Brasil dan Austria. Dan, di akhir acaranya Vettel berdemonstrasi melakukan aksi ngebut membuat manuver seperti donat di titik start/finish sirkuit Imola.
Ia mengaku terharu dan menangis saat mengeluarkan kedua bendera itu dari kursi di kokpitnya.
Rasa haru yang bisa dimaklumi. Pasalnya, penampilan khusus itu merupakan cara Vettel mengenang tragedi 30 tahun lalu di Imola, tepatnya 1 Mei 1994 saat gelaran di Imola masih bertajuk GP San Marino.
Itu saat Senna dihilangkan secara tragis, usai menubruk tembok tikungan Tamburello kala membela bendera tim Williams.
Pembalap Brasil dengan koleksi 3 trofi dunia itu tewas seketika. Saat marshall memeriksa bangkai mobilnya, ternyata ada bendera Austria yang terlipat di kokpitnya.
Belakangan terkuak, Senna membawa bendera Austria itu dengan rencana akan ia kibarkan di akhir balapan.
Rencana itu untuk menghormati pembalap Austria Roland Ratzenberger yang tewas sehari sebelumnya di Sirkuit yang sama.
Sebelumnya juga terjadi kecelakaan parah yang menimpa Rubens Barrichello, pembalap muda Brasil yang hanya mengalami luka ringan.
Kejadian kedua itu membuat Senna gundah.
"Sayangnya tugas Senna (mengibarkan bendera Austria) tak pernah selesai, tak pernah mencapai finish," ucap Vettel.
"Saya ingin menyelesaikannya hari ini, tapi sejatinya tugas itu tak akan pernah selesai. Tapi, paling tidak saya ingin mengingatkannya kepada pembalap dan penggemar F1, terutama yang masih muda. Ini momen spesial buat saya, terutama saat mengeluarkan bendera itu. Ini akhir pekan yang sangat menyentuh," imbuh Vettel.
“Saya bawa serta bendera Brasil karena itu adalah kebiasaan Senna saat usai balapan,” tambahnya.
Senna salah satu pembalap besar F1 dengan tiga gelar juara dunia F1 pada musim 1988, 1990 dan 1991.
Rivalitasnya dengan Alain Prost (Prancis) saat satu tim di McLaren menjadi salah satu pasangan paling brutal di F1, tidak hanya di lintasan tetapi juga di luar trek.
pertunjukan Sepanjang Senna mencetak 41 kemenangan dengan 3 gelar tadi. Ia mencetak 65 pole position yang menjadi rekor hingga 2006 sebelum memecahkan Michael Schumacher (Ferrari) pada 2006.
Rekor lain yang bertahan lama adalah sukses Senna mencetak 8 pole position secara berurutan pada musim 1989.
Rekor ini baru berhasil disamakan oleh Max Verstappen (balap Red Bull) saat meraih pole sitter GP Emilia Romagna di Imola, Sabtu (18/5/2024) lalu. (erpe)