Jum'at, 17/Apr/2026 06:54 WIB

Priandhi Satria, Mantan Offroader Yang Sukses Geliatkan Pertamina Mandalika International Circuit Lombok

Priandhi Satria (kiri) bersama pembalap Rizal Sungkar, Fitra Eri, Reynaldi Hutasoit, paling kanan Denny Pribadi



OTOSTAR.ID - Sosok Priandhi Satria sebagai CEO dan Direktur Utama MGPA (Mandalika Grand Prix Association) pengelola Sirkuit Internasional Mandalika Pertamina, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sejak sekitar 3 tahun lalu terus bekerja keras membangun budaya balap di sirkuit baru tersebut.

Priandhi Satria, mantan offroader itu, terus berupaya "menghidupkan" sirkuit yang dibangun oleh Presiden Jokowi agar bisa menghadirkan MotoGP ke Indonesia, dengan melakukan terobosan dan berbenah.

Termasuk melakukan overlay (pengaspalan ulang) seluruh lintasan sepanjang 4,3 km tersebut.

"Mungkin banyak yang belum tahu, kami telah 3 kali overlay. Pekerjaan overlay terakhir, ini yang terbaik karena bisa bertahan hingga 5 tahun ke depan," ungkap Priandhi.

Hal itu dilakukan untuk menjaga agar sirkuit Mandalika yang menyandang status Grade 2 FIM ini, sebagai salah satu sirkuit terbaik dan membuat nyaman para pembalap, khususnya para MotoGP.

HIDUPKAN SIRKUIT MANDALIKA DENGAN EVENT BALAP BERKELAS

Upaya menghidupkan Sirkuit Mandalika ini, dilakukan Priandhi salah satunya dengan berusaha mengisi slot event balap dan kegiatan otomotif sebanyak mungkin.

Tentu bukan asal banyak event, melainkan juga yang berkelas sekaligus berusaha melahirkan bibit-bibit baru baik dalam olahraga balap roda dua maupun roda empat.

“Alhamdulillah sudah banyak event balap berkelas di Sirkuit Mandalika. Untuk balap motor nasional misalnya, 5 seri Mandalika Racing Series (MRS) siap digelar tahun ini. Ini merupakan balapan Kejurnas untuk kelas MotorSport,” terang Priandhi.

Tidak hanya menghidupkan Kejurnas MotorSport yang sempat mati suri, bahkan bekerja sama dengan Pride Club mampu membuat kemasan balap yang semakin menarik dan berkelas. Tahun lalu, MRS baru dihelat 3 seri.

"Pada seri 1 MRS lalu, sudah menggunakan live streaming dengan kualitas yang sangat baik. Tinggal sedikit penyempurnaan, kualitas tayangannya tidak jauh berbeda dengan MotoGP hehe," senyum Priandhi.

Kemudian, untuk tahun kedua, ARRC (Asian Road Racing Championship) akan kembali digelar di sirkuit Mandalika, akhir Juli mendatang. Ini balapan bergengsi tingkat Asia, dengan peserta dari berbagai negara.

Serta puncaknya adalah MotoGP yang memasuki musim ke-3 tahun ini. “Jangan khawatir, kami telah melakukan kontrak dengan Dorna Sport sebagai penyelenggara MotoGP dengan durasi 10 tahun dan bisa diperpanjang lagi setelahnya,” terang Priandhi.

PORSCHE SPRINT CHALLENGE INDONESIA 

Tidak hanya event balap sepeda motor, Sirkuit Mandalika juga telah mulai menggelar event balap mobil.

Tidak kaleng-kaleng, Porsche Sprint Challenge Indonesia merupakan balapan satu merek dengan standar global yang telah dihelat 3 seri dengan rincian 1 seri pada Desember 2023, dan 2 seri lainnya dihelat awal 2024 lalu.

“Terima kasih kepada mas Ananda Mikola dan Bagoes Hermanto melalui Superstars Motorsport menggelar event balap mobil satu merek bergengsi dari Jerman : Porsche Sprint Challenge Indonesia di sirkuit Mandalika,” sebut Priandhi yang memang memiliki passion motorsport. 

Porsche Sprint Challenge Indonesia telah membangkitkan para pembalap pro dan amatir, mengembangkan performa ke level yang lebih tinggi.

Nama-nama seperti Ahmad Sahroni (Sekjen IMI Pusat), Gilang "Juragan99" Widia Pramana, Febby Sagita (pengacara) dan masih banyak lagi, bisa mewujudkan obsesinya menjadi pembalap sesuai segmennya.  

Bahkan menurut Priandhi, kemungkinan besar Fanatec GT World Challenge Asia akan mampir ke sirkuit Mandalika. Pertemuan dan pembicaraan dengan pihak penyelenggara, dalam hal ini SRO Motorsport Group mengintensifkan untuk dilangsungkan.

"Insyaallah musim depan ketambahan Fanatec GT World Challenge. Kalau berhasil, TCR Asia hingga GT3 juga sekaligus digelar di Mandalika, karena bisa dikatakan satu paket Fanatec GT World dengan penyelenggara sama," beber Priandhi.

GRADE 3 FIA UNTUK MOBIL BALAP

Priandhi sadar bahwa Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika masih Grade 3 FIA (untuk balap mobil), karena sejak awal memang didesain untuk balap motor (MotoGP), sehingga masih terbatas bisa menyelenggarakan balap mobil.

Namun Fanatec GT World Challenge Asia dengan "varian balapnya" masih bisa digelar di Sirkuit Mandalika.

Jika tahun depan benar bisa masuk, maka akan banyak pembalap hero lokal berlaga. Sebut saja Haridarma Manoppo (Toyota Gazoo Racing Indonesia, GT4), Andrew Haryanto dan Setiawan Santoso (GT3).

Mereka itu selama ini balapan keliling Asia, namun belum mengunjungi Indonesia. Dan jika TCR Asia International Series juga bisa laga di Sirkuit Mandalika, maka kita akan bisa melihat aksi Umar Abdullah, Benny Santoso, Dypo Fitra hingga Budiyanto.   

Di luar itu, Priandhi banyak mengemas acara mobil yang sukses secara meriah. Sebut saja, JDM Funday Mandalika Time Attack dengan hadirkan 85 unit mobil, track day Subaru, hingga Mandalika Radical Experience yang baru saja diluncurkan di ICE BSD City.

Priandhi Satria dengan berbagai pengalamannya mengemas acara, mengelola media serta terjun langsung sebagai pelaku balap, masih akan banyak lagi gebrakan yang siap disemburkan untuk membuat sirkuit Mandalika semakin populer. (w2n)




BACA JUGA