Senin, 20/Apr/2026 17:38 WIB

Stefano Domenicali Akan Merotasi Sirkuit Penyelenggara F1, Efek Jadwal Padat Sirkuit Terus Bertambah

Stefano Domenicali, CEO Formula 1



OTOSTAR.ID - Musim balapan Formula 1 tahun ini mencapai rekor dengan total 24 balapan yang tercatat dalam kalender.

Hal ini membuat ruang untuk penambahan sirkuit baru menjadi semakin terbatas.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, telah mengusulkan opsi untuk merotasi balapan di Eropa sebagai salah satu solusi, dan kini memastikan bahwa opsi tersebut akan dijalankan.

"Kami memiliki beberapa berita untuk dibagikan dalam waktu dekat terkait kemungkinan jangka menengah untuk mengadakan Grand Prix Eropa secara bergilir dan beberapa opsi baru lainnya," ungkap Domenicali dalam sebuah perbincangan dengan para investor Liberty Media.

Menurut Domenicali, minat dari negara-negara baru untuk menjadi tuan rumah balapan Formula 1 terus meningkat.

Dalam kondisi ini, F1 perlu menyeimbangkan antara manfaat ekonomi dan pertumbuhan di pasar baru, yang dianggap mampu mendorong perkembangan bisnis lebih jauh.

Pada sebuah acara di Grand Prix Amerika Serikat, Domenicali menyebut Argentina sebagai salah satu lokasi yang ia inginkan agar F1 kembali hadir.

Saat ini, ada 10 balapan F1 di Eropa, termasuk GP Azerbaijan, dengan Italia menjadi tuan rumah dua balapan di Imola dan Monza.

Madrid juga akan bergabung dalam kalender F1 pada tahun 2026, sementara kontrak dengan sirkuit Barcelona akan berakhir di tahun yang sama.

Laporan terbaru menyebut bahwa Circuit de Barcelona-Catalunya akan bergantian dengan GP Belanda di Zandvoort, meskipun pihak Zandvoort belum memastikan kabar tersebut.

Namun, rencana Domenicali untuk merotasi balapan di Eropa menghadapi tantangan.

Beberapa sirkuit di Eropa, seperti Silverstone, Hungaroring, dan Red Bull Ring, memiliki kontrak hingga 2030-an, sementara kontrak untuk Spa-Francorchamps, Monza, Zandvoort, dan Imola akan berakhir tahun depan.

Monako, yang memiliki kontrak hingga 2025, kemungkinan besar akan dipertahankan tanpa rotasi mengingat statusnya sebagai salah satu balapan ikonik di F1.

Seiring popularitas F1 yang terus meningkat, semakin banyak negara yang ingin menggelar balapan.

Beberapa lokasi potensial yang tengah dipertimbangkan adalah balapan kedua di Arab Saudi pada Sirkuit Qiddiya yang masih dalam tahap pembangunan, balapan di Afrika dengan Rwanda sebagai lokasi potensial, serta kembalinya GP Argentina.

Saat ini, perjanjian Concorde yang berlaku hingga 2025 memungkinkan adanya 25 balapan dalam satu musim.

Namun, Domenicali menegaskan bahwa 24 balapan sudah merupakan jumlah yang ideal untuk saat ini.

"Kami percaya bahwa keseimbangan jumlah balapan saat ini sudah tepat. Semua penawaran baru hanya memberikan kami opsi yang lebih baik untuk masa depan," tambahnya.

Domenicali mengungkapkan bahwa setiap keputusan terkait penambahan sirkuit baru akan dipertimbangkan dengan cermat, mengingat pentingnya keseimbangan antara aspek finansial dan kepentingan pemangku kepentingan.

Ia optimistis bahwa strategi ini akan memperkuat platform F1 dari perspektif sosial dan bisnis, demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (hilary)




BACA JUGA