Sabtu, 06/Jun/2026 05:13 WIB

H Tinton Soeprapto : "Moreno Ketum IMI, Nanda Dirut Mandalika, Untuk Kemajuan Balap di Indonesia.."

H Tinton Soeprapto didampingi Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto di sirkuit Mandalika Lombok NTB



OTOSTAR.ID, Bogor  -Legenda motorsport Indonesia  H.Tinton Soeprapto pada Kamis 21 Mei 2026 memasuki usia 81 tahun, ditandai dengan acara selamatan secara sederhana bertepatan dengan 15 tahun berdirinya Hotel Lorin di kawasan Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

Acara diadakan di ballroom lantai 10 Hotel Lorin Sentul pada petang hari, dihadiri anggota keluarga H. Tinton serta para karyawan hotel.

Putra putri H. Tinton yakni Ananda Mikola, Moreno  Soeprapto dan Tania Soeprapto, juga datang pada acara itu, juga ibunda mereka : Dewi "Mince" Anggraini.

Ulang tahun ke-81, dirayakan H Tinton Soeprapto dengan sederhana

Pada petang hari hingga malam, terlihat beberapa sahabat H.Tinton berkunjung dan mengucapkan selamat atas hari lahir mantan pembalap kondang itu.

Di antara tamunya tampak mantan pembalap Chanda Alim dan Robert Silitonga. Mereka yang pernah aktif di dunia tinju juga ada yang datang.

H. Tinton kelihatan sehat, gembira dan semangat, kendati dari waktu ke waktu disibukkan dengan ucapan selamat hari ulang tahunnya dari berbagai kalangan, yang dinyatakan via telepon dan lewat video call.

 Tampak Ananda Mikola, Tania Soeprapto, Nooradi Sukardi serta Dewi

“Apa hadiah HUT dari putra-putrin, H. Tinton?”

“Hadiahnya adalah doa untuk kesehatan saya. Itu yang paling penting serta ucapan rasa syukur atas perjalanan hidup kita yang direstui Tuhan Yang Maha Esa,” kata Tinton.

“Selain itu, mereka memberikan rasa gembira karena mereka memenuhi harapan dan cita-cita saya untuk tetap eksis di dunia otomotif. Morena kini jadi ketua umum IMI Pusat dan Ananda jadi Direktur Utama di Sirkuit Mandalika Lombok,” kata H Tinton, sembari memandang jauh ke depan, saat duduk di resto hotel Lorin - di mana H. Tinton sebagai owner dan komisari utamnya - saat berbincang dengan pada tamunya.

“Saya dulu pernah bercia- cita jadi ketua umum IMI dan harapan saya itu sudah dipenuhi anak saya. Alhamdulillah. Sedangkan Ananda dipercaya jadi orang nomor satu di Mandalika. Cita-cita saya diwujudkan mereka. Saya berterima kasih kepada Sang Pencipta,” ujar H.Tinton, pencetus berdirinya sirkuit Ancol serta Sirkuit Sentul.

H Tinton Soeprapto bersama teman-teman terdekat seperti Lola Moenek, Robert Silitonga, Endang Hadisoemarto hingga jurnalis AR Loebis

Pada Munas X Ikatan Motor Indonesia (IMI) di DI Yogyakarta, Sabtu (20/9/2025), dihadiri perwakilan pengurus 37 provinsi seluruh Indonesia, Moreno Soeprapto secara aklamasi dipercaya sebagai Ketua Umum IMI periode 2025-2030.

Sedangkan Ananda Mikola, pada pertengahan Mei 2026, mendapat amanah menjadi Direktur Utama MGPA (pengelola Sirkuit Mandalika) menggantikan Priandhi Satria yang telah 4 tahun menjabat.

Ananda, bukan orang baru dalam hal manajemen sirkuit, karena ia aktif juga dalam PT Sarana Sirkuitindo Utama (pengola Sirkuit Sentul sebagai Komisaris) dan dua periode sebagai pengurus IMI Pusat.

H Tinton Soeprapto genap 81 tahun, suaranya masih lantang dan semangatnya tetap berapi-api. (foto : sentulcircuit)

Kilas Kisah H Tinton Soeprapto

Bagi kalangan milenial, mungkin tidak mengetahui bahwa di negara ini pernah ada pembalap fenomenal dan menjadi idola kawula muda pada masa 1970-1980an.

Ketika itu, Sirkuit Ancol penuh sesak bila pria jangkung itu turun membalap.

Ini cuplikan tentang Tinton di jaman dulu:
Balap menjadi darah dan daging dalam tubuhnya.
Maka, tidak berlebihan bila namanya dikenal di seluruh pelosok tanah air.

 

Ketika Tinton memimpin panitia perlombaan Reli Karapan Mobil Tua dari Surabaya ke Bali pada penghujung1987, kendaraan yang ditumpanginya mendadak ngadat. Apa boleh buat, mobilnya terpaksa terdampar di bengkel kecil di Bangkalan, Madura.

Rupanya, Tinton tidak sabar menunggu terlalu lama. Iseng-iseng la nangkring dalam becak yang sedang mangkal di tepi jalan.

Keruan saja, para tukang becak lain tercengang. Mereka lalu saling berbisik. Beberapa saat kemudian, orang-orang mulai yakin, sosok asing itu memang Tinton, pembalap beken yang namanya tidak asing lagi.

 

Anak-anak mulai berkumpul mengitarinya. Suasana jadi semarak karena Tinton tak segan-segan bercanda dengan mereka. Kota Bangkalan “geger”.

Berita ada pembalap nasional di kawasan itu dalam tempo singkat menyebar. “Saya tahu, ia pasti pembalap Tinton,” kata seorang tukang becak ketika ditanya apakah ia mengenal Tinton.

“Tahu dari mana?” la menjawab, “Saya kerap melihatnya di televisi dan di koran.” (Tinton Soeprapto Ananda Mikola, Dari Balap ke Balap, A.R. Loebis, 2000).

 H Tinton Soeprapto tengah siapin sebuah buku autobiografi

Jaman doeloe, Tinton muda terkenal dengan motonya : Anak Bogor. Biar tekor asal kesohor.

Ia amat loyal dengan profesinya sebagai pebalap, mulai dari menangani Sirkuit Ancol pada 1975 dan bersama Hutomo MP mencetuskan berdirinya Sirkuit Internasional Sentul pada 1990.

Pada 1996 dan 1997, di Sirkuit Sentul Bogor diselenggarakan kejuaraan Indonesia MotoGP. Balapan besar lainnya adalah A1GP, Asian F3, ATCC, GP2 Asia, Formula BMW Asia, Formula V6 Asia, Speedcar dan kejuaraan dunia Superbike ( WSBK).

 

Semangat Tinton semakin memuncak.
“Saya semangat sekali karena negara tercinta ini dipercaya sebagai tuan rumah MotoGP. Tapi ini butuh bantuan berbagai pihak menyelenggarakan dan melanggengkannya,” kata Tinton.

Dari Balap Sepeda Dulu

Tinton mengawali kiprahnya balapan melalui balap sepeda pada 1959 dan ketika itu ia bergabung dalam Geng Menteng bersama Soebronto Laras, Robert Silitonga, Saksono SA, Toddy Andries.

'Geng' ini selalu menang dalam acara balapan.
Tinton kerap menyelenggarakan berbagai acara balapan di Ancol - salah satu yang terkenal adalah Sunday Afternoon Race, kemudian Formula Pasifik pada 1976, serta lomba side-car bertaraf internasional. Ia juga pernah menggelar balap bajaj dan truk.

 

Ia semakin fenomenal ketika membentuk sasana tinju Tonsco dan bertindak sebagai promotor tinju pro. Ia menyelenggarakan pertandingan di atas kolam renang, serta di kawah Gunung Bromo.

Perjalanan waktu begitu cepat, tak terasa usia semua orang terus bertambah, termasuk Haji Tinton Soeprapto yang memasuki usia 81 tahun, namun suaranya masih tetap lantang dan semangat masih terus menyala.

Pembalap legendaris itu - putra ketiga pasangan Mayjen Soejatmo (alm) dan Koestantinah (almh), lahir pada 21 Mei 1945 - pernah membalap di berbagai negara, pembalap Indonesia pertama di Paris - Dakar dan mendapat penghargaan Adimanggala Krida dari pemerintah RI.

Selamat ulang tahun Mas Tinton Soeprapto. (A.R. Loebis)




BACA JUGA